Semarang – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Workshop dalam Rangka Penanganan Sampah yang Timbul Akibat Bencana pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi kebijakan pengelolaan sampah pascabencana serta mensosialisasikan regulasi terbaru terkait penanganan sampah akibat bencana.

Workshop dilaksanakan secara hybrid, yaitu tatap muka di Ruang Sidang Utama Gedung TTB-A Lantai 1 Sekolah Pascasarjana Undip, Semarang, serta secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, serta praktisi di bidang penanggulangan bencana dan pengelolaan lingkungan.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Dekan Sekolah Pascasarjana Undip, Prof. Ir. Mochammad Agung Wibowo, MM., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang yang memberikan perspektif internasional terkait pengelolaan sampah pascabencana.

Dalam sesi utama, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai model estimasi perhitungan sampah yang timbul akibat bencana serta penguatan implementasi kebijakan tanggap darurat pengelolaan sampah. Selain itu, materi juga disampaikan oleh berbagai instansi terkait, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia mengenai peran kementerian dalam penanganan bencana, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang memaparkan kebijakan penanganan bencana di Indonesia.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi dan berbagi pengalaman dari praktisi, termasuk perwakilan PT Adhi Karya (Persero) Tbk serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah terkait praktik pengelolaan sampah dalam situasi kebencanaan.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi pelatihan penggunaan sistem pencatatan, pengukuran, dan penanganan sampah akibat bencana (SIPENAHANA) yang dikembangkan untuk membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam melakukan pendataan dan pengelolaan sampah secara lebih sistematis saat terjadi bencana.

Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta efektivitas penanganan sampah yang timbul akibat bencana, sehingga dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat diminimalkan.